Keluarga Besar GMNI Kota Tangerang Sampaikan Duka atas Wafatnya Vera Yulianti dalam Peringatan May Day 2026
Kota Tangerang – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Tangerang menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Vera Yulianti dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Wakil Ketua Bidang Analisis Kebijakan Publik DPC GMNI Kota Tangerang, Nicolas Yeremia Panjaitan, SH., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Menurut informasi yang beredar, almarhumah Vera Yulianti diketahui bukan merupakan buruh pabrik maupun bagian dari organisasi serikat pekerja. Keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut diduga berawal dari ajakan mobilisasi massa yang disertai pemberian sejumlah uang transportasi dengan senilai Lima Puluh Ribu Rupiah dan fasilitas tertentu seperti minyak dan sembako lain-nya.
GMNI Kota Tangerang menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Dalam setiap kegiatan yang melibatkan massa, keselamatan, perlindungan, dan penghormatan terhadap martabat manusia harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
“Segala bentuk kepentingan politik maupun kelompok harus selalu meletakkan nilai kemanusiaan di atas segalanya. Tidak boleh ada satu pun nyawa yang menjadi korban akibat kelalaian/negligence, tentu fenomena ini memenuhi unsur pasal 539 KUHP. Tegas Nicolas Yeremia Panjaitan, SH.
Lebih lanjut, GMNI Kota Tangerang mendorong agar peristiwa ini diusut secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Bagi GMNI, Hari Buruh Internasional bukan sekadar seremoni tahunan ataupun panggung kepentingan politik. May Day merupakan momentum historis untuk merefleksikan perjuangan kaum pekerja dalam menuntut keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan atas hak-hak buruh.
“May Day bukan pesta. May Day adalah catatan sejarah perjuangan kelas pekerja yang harus dimaknai secara substansial, bukan dijadikan alat mobilisasi demi kepentingan sesaat,” tutup Nicolas.
Merdeka!
GMNI Jaya!
Marhaen Menang!
