Jakarta – Ahmad Yazid, Ketua Umum Aliansi Pemantau Badan Gizi Nasional yang pernyataan dirinya viral di sosial media, tentang kiritk dirinya terhadap program pemerintah. Ia menyoroti persoalan praktik transaksional dalam program unggulan Presiden Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam unggahan video akun X Never yang berdurasi 2 menit, beliau mengungkap sederet nama pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap bermain dalam program tersebut. (Selasa, 7/10/2025).
“Dadan Hidayana, Tigor Pangaribuan, kemudian Ari Santoso, Nicola Fedri, Redy Hendra Gunawan, dan Ketua pelaksana verifikator dan sekarang sudah menjadi wakabadan Sony Sonjaya, mundur deh lu pade, ga bisa kerja lu pade” Ungkap Yazid.
Ia juga mengatakan, bahwa praktik jual beli yang ia maksud sudah menyusahkan orang banyak, terutama para mitra program MBG.
“Kita juga tidak menutup mata bahwa misalnya ada polemik jual beli titik, nepotisme dan lain sebagainya. Kemudian mitra-mitra yang bener-bener bekerja dengan tulus ini terdampak, mengeluarkan biaya sampai pinjam ke bank” Kata Yazid.
Ahmad Yazid juga mengungkapkan kekecewaannya serta mempertanyakan cara kerja dari tim BGN tersebut yang dianggap disefesien.
“Kemudian kerjanya tim verifikator ini jahanam iblis ini, memverifikasi calon mitra dari hotel ke hotel, akhirnya gedung BGN sepi tidak efisien. Buat apa mitra-mitra BGN diajak bertemu di hotel-hotel, minta setoran Anda? Ini ga betul” tutur Yazid kecewa.
Yazid menuturkan dalam videonya, nama-nama tersebut adalah orang-orang yang dianggap memiliki akses untuk merubah status calon mitra ataupun mitra BGN untuk program MBG.
“Jadi yang memegang akun untuk bisa menurunkan status kemudian menaikkan status ini orang-orang ini, nama-nama ini. Nah sehingga 6.018 itu perlu kita pertanyakan, kemudian statusnya diturunkan, apa dasar pertimbangan teknisnya, jangan menjadi premanisme ketika diberikan kekuasaan. Habis itu orang disuruh ngadep naik ke atas diminta jatah” tutur Yazid.
Ketua Umum Aliansi Pemantau BGN tersebut mengatakan, bahwa apa yang ia sebutkan adalah fakta, dan dirinya siap bertanggung jawab atas apa yang ia ucapkan.
“Bukan dugaan, itu fakta terjadi di lapangan, masyarakat dan mitra memang dimintain duit kok, itu fakta. Kalau ada yang bilang fitnah, silahkan laporkan saya, Ketua Umum Aliansi Pemantau Badan Gizi Nasional” kata Yazid.
