Kota Tangerang – Tim seleksi penerimaan pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal membuka tahapan wawancara kedua untuk pemenuhan formasi. Berdasaekan informasi, seleksi wawancara akan dilaksanakan pada Kamis (30/10/2025).
Tahapan wawancara kedua ini kembali menuai sorotan dari tokoh pemuda Kota Tangerang, Uis Adi Dermawan. Menurut dia, wawancara tahap kedua ini sangat jelas menunjukan bukti ketidakbecusan tim seleksi dalam merekrut pegawai non ASN dilingkup Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang.
“Saya heran ngurus seleksi penerimaan pegawai non ASN aja gak beres-beres. Ini sekelas instansi kedinasan loh, kok seperti tidak punya perencanaan dan manajemen kepagawaian yang baik. Sebenarnya punya juklak-juknis gak sih seleksi ini?,” ucap Uis kepada awak media pada hari Rabu, (29/10/2025).
Dengan adanya wawancara tahap kedua ini, lanjut Uis, menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, timsel telah melaksanakan wawancara kepada peserta berdasarkan nilai tertinggi dan/atau nilai yang sama berdasarkan kuota formasi.
“Inilah yang saya kritisi sejak awal, seharusnya semua peserta punya hak untuk ikut wawancara atau punya sistematik hitungan berapa peserta yang harus diwawancara, bukan hanya nilai tertinggi dan/atau nilai yang sama berdasarkan kuota formasi yang dilamar. Sehingga ketika ada yang tidak hadir, mengundurkan diri atau mundur ada peserta pengganti yang ikut wawancara tanpa ada wawancara kedua,” papar dia.
Pria yang akrab disapa Bung Uis juga mempertanyakan ada peserta yang dinyatakan gugur. Padahal kata dia, peserta tersebut sudah ikut Computer Asist Test (CAT) dengan nilai cukup tinggi, masuk kuota formasi yang dibutuhkan dan mengikuti wawancara dengan baik.
“Tapi tiba-tiba dinyatakan gugur karena tidak memenuhi kualifikasi, kalo begitu harusnya tidak lolos sedari awal, tapi kenapa lolos administrasi, test CAT sampai wawancara. Kalo sudah begini banyak menimbulkan kecurigaan dan persepsi negatif terhadap proses seleksi yang sedang berlangsung,” ucap Uis.
Sebelumnya, Uis juga mengkritisi tahapan wawancara yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas atau Kepala TU yang pelamar tuju. Seharusnya wawancara dilaksanakan oleh tim seleksi, RSUD atau Puskemas cukup menerima peserta yang dinyatakan lulus dan diterima.
“Apa kapabilitas kepala puskesmas melaksanakan wawancara kan ada Timsel. Belum lagi kita temukan hasil test CAT peserta yang keluar dengan yang diumumkan berbeda nilainya. Tolong lah seleksi ini dilakukan fair sehingga tidak merugikan yang lain dan mencederai proses seleksi,” tutur Uis.
Dia berharap seleksi penerimaan pegawai non ASN di lingkup BLUD UPT Dinkes Kota Tangerang ini berjalan profesional, adil dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga menghasilkan pegawai yang kompeten. (*)
