Kota Tangerang – Direktur Eksekutif Tangerang Public Service (TPS), Ryan Erlangga, melempar bom kritik keras terhadap keberadaan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kota Tangerang. Ia mempertanyakan apakah lembaga kolaboratif ini benar-benar bekerja atau hanya sekadar simbol penghias administrasi di tengah jargon “Bersama Membangun Kota”.
Ryan menilai, semangat kolaborasi Pentahelix yang digembar-gemborkan Pemerintah Kota Tangerang seolah panggang jauh dari api. Jika Forum TJSL berfungsi optimal, menurutnya, pemandangan kontras seperti rumah kumuh, kemiskinan ekstrem, hingga anak putus sekolah seharusnya sudah hilang dari peta Kota Tangerang.
“Ketua Forum TJSL harus dipertanyakan kiprah dan keberadaannya. Ini soal perut rakyat, soal kesejahteraan, dan semangat pembangunan. Jangan sampai lembaga ini ada tapi tidak terasa napasnya,” tegas Ryan dengan nada provokatif, Rabu (8/4/2026).
Lebih lanjut, Ryan memperingatkan pemerintah agar berhenti “menuhankan” APBD sebagai satu-satunya instrumen pembangunan. Ia menyebut ketergantungan pada APBD sudah memasuki level yang menjenuhkan dan menyesatkan.
“Kita tidak boleh terjebak dalam romantisme APBD yang menyesatkan. Potensi CSR dari pelaku usaha di kota industri ini sangat raksasa. Jika Forum TJSL yang dipimpin H. Dafyar Eliade Hardian ini punya ‘taring’, kita tidak perlu terus-menerus mengemis pada anggaran daerah,” sindirnya.
Tak hanya Forum TJSL, Ryan juga membidik instrumen lain yang dianggapnya perlu dikuliti kinerjanya. Ia mendesak evaluasi total terhadap Dewan Pendidikan, Dewan Kesehatan, hingga Dewan Pengawas PDAM.
“Kota ini butuh keseriusan, bukan sekadar duduk di kursi kepengurusan. Benahi atau bubarkan jika tidak memberi dampak nyata! Kita butuh ide, gagasan, dan nyali untuk memajukan kota, bukan diam dalam kenyamanan struktural,” tambahnya.
Menutup pernyatannya, Ryan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam melihat stagnansi pembangunan. Ia mengibaratkan kritiknya ini sebagai pemicu agar para “senior” dan pemangku kebijakan gerah dan mulai bekerja nyata.
“Ayo berikan kontribusi terbaik. Jangan diam! Kota ini butuh kritik pedas agar mereka bangun dari tidurnya,” tutup Ryan dengan lantang.
