Kota Tangerang – Kabar mengenaskan atas meninggalnya salah satu pengendara sepeda motor berinisial RR (31) di Jalan Raya Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Ia merupakan korban kedua akibat menabrak pembatas galian pipa jaringan distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng, Kota Tangerang pada Rabu malam, 3 Desember 2025.
Hal tersebut menuai kontroversi di khalayak umum tentang pro dan kontra proyek pipa tersebut. Salah satunya, Elwin, Ketua DPC GMNI Kota Tangerang, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut.
”Proyek galian pipa jaringan distribusi air milik PDAM Tirta Benteng di berbagai titik sudah berjalan sekian lama. Dengan demikian, perlunya juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang untuk menjamin keselamatan pengendara, khususnya Dinas Perhubungan Kota Tangerang,” kata Elwin kepada pewarta pada Kamis (4/12/2025).
Elwin juga mengingatkan bahwa pentingnya kerja sama antarlembaga di Kota Tangerang untuk mendukung kondisi di lapangan. Hal ini mengingat sambungan pipa air ke rumah-rumah warga juga merupakan kebutuhan masyarakat yang sifatnya fundamental.
”Menghimbau kepada masyarakat dan pengendara pada umumnya bahwa proyek galian pipa jaringan distribusi air oleh PDAM Tirta Benteng merupakan kepentingan kita bersama,” tutur Elwin.
”Melihat kondisi di lapangan,” lanjut pemuda yang biasa disapa Bung Elwin tersebut, “kami menemukan manajemen Dinas Perhubungan dalam kelancaran pengendara dan kondusivitas proyek sangat tidak mendukung, mengingat rambu-rambu peringatan tidak terpasang. Seharusnya rambu lalu lintas konvensional dipasang di semua titik sehingga pada malam hari pengendara dapat mengetahui kondisi jalan.”
Elwin berharap agar proyek tersebut dapat didukung seluruh pihak, mengingat pentingnya air bersih bagi masyarakat, terutama Dinas Perhubungan Kota Tangerang yang memiliki tugas dan fungsi pada lalu lintas melalui Permenhub Nomor 13 Tahun 2014. “Oleh sebab itu, dengan adanya manajemen yang baik, kepentingan terhadap lalu lintas dapat berjalan secara kondusif dan tidak ada korban selanjutnya,” tutup Elwin.
