Kota Tangerang – Seleksi kompetensi penerimaan pegawai non Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Kesehatan (DINKES) Kota Tangerang telah memasuki tahapan pengumuman hasil uji kompetensi dengan metode Computer Asist Test (CAT) pada Senin (20/10/2025).
Untuk diketahui, setelah proses seleksi kompetensi, selanjutnya peserta akan melalui tahapan wawancara dengan klasifikasi perolehan nilai tertinggi, nama, dan kebutuhan jabatan yang dilamarnya.
Rangkaian proses tersebut menuai kontroversi, salah satunya Uis Adi Dermawan, tokoh pemuda Kota Tangerang yang turut menyikapi proses tersebut. Uis mempertanyakan terkait proses seleksi yang dianggap membingungkan dan diduga sarat kepentingan.
“Kalau nilai seleksi kompetensi tidak menjamin kelulusan lalu apa yang menjadi dasar kelulusan peserta diterima atau tidaknya? Kemudian ada tahapan wawancara, siapakah yang berhak mengikuti tahapan tersebut? Peserta nilai tertinggi disuatu jabatan formasi yang dilamar atau seluruh peserta yang mengikuti proses seleksi kompetensi berhak mengikuti proses wawancara?” Tutur Uis mempertanyakan, pada Rabu (22/10/2025).
Pria yang biasa disapa Bung Uis itu mengaku sangat bingung dengan informasi yang didapatkan terkait proses seleksi tersebut hingga mempertanyakan tugas, fungsi, serta wewenang panitia seleksi.
“Yang wawancara itu berasal dari tempat yang dituju katanya, kan ada panitia seleksi, kok yang wawancara kepala puskesmas atau jajaran staf ? Dasarnya apa ?” Kata Uis.
Uis menegaskan, bahwa dalam tahap sesi wawancara harus mengedepankan asas professionalisme demi keberlangsungan pelayanan masyarakat yang optimal.
“Penilaian wawancara untuk memastikan saja bahwasanya pada sesi wawancara itu sesuai atau tidak dengan apa yang dia upload. Padahal yang namanya wawancara itu bertujuan menggali informasi mendalam mengenai keterampilan, pengalaman, motivasi, dan kepribadian calon, serta menilai kecocokan mereka dengan budaya perusahaan atau instansi” ucap Uis tegas.
Ia berharap, proses wawancara dapat berlangsung dengan optimal dan transparan.
“Masalahnya wawancara itu juga bisa menggugurkan peserta, dalam sesi wawancara itu nanti ada penilaian, apakah layak untuk menjadi pegawai atau tidak, jadi harus transparan” tutup Uis dalam Keterangannya.
