Nasional – Buku fenomenal karya Yuval Noah Harari yang berjudul “Sapiens”, telah menjadi perbincangan global sejak pertama kali terbit, buku tersebut menawarkan perspektif yang luas dan provokatif mengenai evolusi spesies kita. Buku ini tidak hanya menyajikan fakta sejarah, tetapi juga menantang pembaca untuk merenungkan asal-usul, perkembangan, dan potensi masa depan Homo sapiens.
Secara garis besar, Harari membagi sejarah manusia ke dalam empat tahapan revolusi besar, Harari berargumen bahwa titik balik utama Homo sapiens adalah Revolusi Kognitif, yaitu munculnya kemampuan untuk menciptakan dan mempercayai “fiksi kolektif” atau mitos bersama. Kemampuan berbahasa yang kompleks ini memungkinkan manusia untuk bekerja sama secara fleksibel dalam jumlah besar bahkan melampaui batas kelompok sosial 150 individu yang lazim bagi primata lain.
Mitos-mitos seperti agama, bangsa, hukum, dan uang, meskipun tidak nyata secara fisik, menjadi perekat sosial yang luar biasa kuat, memungkinkan pembentukan suku, kota, hingga kekaisaran. Ini adalah kunci sukses Homo sapiens menaklukkan spesies manusia lainnya dan menyebar ke seluruh dunia.
Revolusi Agrikultur, bagian ini membahas transisi dramatis dari gaya hidup pemburu-pengumpul nomaden menjadi masyarakat pertanian menetap. Secara kontroversial, Harari menyebut Revolusi Agrikultur sebagai “penipuan terbesar dalam sejarah”.
Meskipun pertanian memungkinkan lonjakan populasi dan surplus makanan, Harari menyoroti bahwa bagi individu, kualitas hidup sering kali menurun, ditandai dengan kerja yang lebih keras, diet yang kurang beragam (tergantung pada beberapa jenis tanaman seperti gandum dan padi), dan kerentanan terhadap kelaparan dan penyakit.
Harari mengeksplorasi bagaimana berbagai kekaisaran, perdagangan (khususnya uang dan kapitalisme), dan agama-agama universal (seperti Buddhisme, Kristen, dan Islam) secara bertahap menyatukan populasi manusia yang tersebar menjadi satu komunitas global. Ketiga kekuatan ini bertindak sebagai mekanisme yang menyatukan budaya, norma, dan nilai-nilai, menghilangkan batas-batas geografis dan ideologis. Kapitalisme dan ilmu pengetahuan modern digambarkan sebagai kekuatan utama yang membentuk sistem dunia kita saat ini.
Revolusi Ilmiah, yang didorong oleh pengakuan akan ketidaktahuan dan keinginan untuk mendapatkan kekuasaan, telah mengubah manusia secara radikal. Ilmu pengetahuan modern telah membuka jalan bagi teknologi luar biasa, Revolusi Industri, dan peningkatan dramatis dalam kemampuan manusia.
Namun, Harari menutup dengan pandangan yang ironis. Dengan kemajuan pesat dalam bioteknologi dan kecerdasan buatan, Homo sapiens kini berada di ambang “mengambil kendali atas evolusi itu sendiri,” yang berpotensi menyebabkan punahnya spesies Homo sapiens seperti yang kita kenal, dan digantikan oleh entitas yang ditingkatkan secara biologis atau teknologi, yang disebut Harari sebagai “Homo Deus” atau borg (organisme sibernetik).
Secara keseluruhan, “Sapiens” adalah sebuah karya yang berani dan luas jangkauannya, memaksa pembaca untuk mempertanyakan narasi umum sejarah dan merenungkan pertanyaan mendasar seperti: “Apakah kita, Homo sapiens, kini telah menjadi dewa yang tidak pernah puas dan tidak tahu apa yang kita inginkan”? Buku ini wajib dibaca bagi siapa pun yang ingin memahami perjalanan epik spesies kita dan tantangan etis yang menanti di masa depan.
Buku ini Telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa, dan direkomendasikan secara luas, termasuk oleh tokoh-tokoh terkemuka seperti Bill Gates.
